Apa kata Mereka tentang Al Jazirah Herbal?

  • AL JAZIRAH HERBAL, mengutamakan kepuasan konsumen, dapat dipercaya. terbukti: waktu Saya memesan obat lewat TIKI. Barang cepat diantar dan sampai ke tujuan. Padahal Saya belum transfer uang sama sekali-Bpk. Hendy, Bandung
  • Alhamdulillah begitu Saya mengkonsumsi Produk Herbal (OBAHAMA) memang manjur, terutama habbatussauda, mahkota dewa, Sari Kurma, Minyak Zaitun dan masih banyak lagi khasiat yang lainnya-Bpk. Kartono, Jakarta
  • Sejak putri saya mengkonsumsi Habbatussauda haidnya menjadi teratur. terus terang saya agak kuatir dengan keadaan anak saya dulu. tapi kini saya tenang dan merasa mantap mengkonsumsi habbatussauda, karena Habbatussauda alami sehingga aman digunakan dalam janka waktu panjang-Ibu Lilyana Fikri, Jakarta
  • Saya ingin bercerita sedikit setelah saya mengkonsumsi habbatusauda. dulu sebelum mengkonsumsi saya sering merasa lemah dan cepet capek. selain itu saya juga memiliki penyakit susah buang air besar dan perut yang sensitif terhadap makanan suka merasa kembung dan mulaes2. Alhamdulillah setelah saya mengkonsumsi habbatussauda selama 3 minggu, saya merasa banyak perubahan yang terjadi dalam tubuh saya. badan serasa segar dan tidak mudah capek!!! di tambah buang air besar menjadi lancar lancar, perut yang biasa kembung dan mules2 sudah tidak terasa. dan yang paling dahsyatnya saya sering tidur larut malam bahkan sampe pagi, alhamdulillah tidak terserang penyakit dan badan merasa segar sewaktu bangun walaupun tidur cuma sebentar.-Sdr. Rezki Putra, Jakarta
CALL NOW 021 947 056 03 OR 0813 830 810 21
Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket

install windows ana-moslem airsoft gun airsoft gun

Senyum Jenazah Para Mujahidin

Allah Pemberi Kesembuhan

Posted by Admin | 12/30/2007 02:12:00 pm

Allah Pemberi Kesembuhan

Saudaraku! Saat ini penyakit memaksamu berbaring di tempat tidur, membuatmu tidak bisa menjalankan aktivitas seperti biasa. Jangankan untuk pergi ke tempat kerja, bercanda dengan keluarga dan teman pun engkau tak kuasa. Semua makanan lezat yang kau suka, kini terasa hambar di lidah. Banyak pula menu makanan yang harus kau hindari. Kini engkau mengerti, betapa berartinya nikmat kesehatan. Tanpa kesehatan, bagaimana engkau bisa menikmati semua karunia Allah yang lain?
Saudaraku tercinta… Saya berdoa semoga Allah memberikan kesembuhan yang sempurna kepadamu, kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit serta menyempurnakan kebahagiaanmu di dunia dan kelak akhirat.
Memang, penderitaan yang kau rasakan kadang-kadang seperti tak tertahankan. Namun, tetaplah engkau berprasangka baik kepada Allah. Sakit yang menimpamu adalah satu ujian yang datang dari Allah, Dzat Yang Maha Pengasih. Dzat yang kasih sayangnya kepadamu lebih besar dibandingkan kasih sayang ibumu, bahkan lebih besar dibandingkan kasih sayangmu kepada dirimu. Allahlah yang mengujimu dan ujian itu merupakan kasih sayang-Nya kepadamu.

Rosululloh Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :

“Allah menguji hamba-Nya yang beriman menyangkut diri, harta, atau anaknya hanyalah untuk salah satu dari dua tujuan, yakni : mungkin ia mempunyai dosa yang tidak bisa diampunkan kecuali dengan ujian ini atau ia akan memperoleh derajat di sisi Allah yang tidak bisa dicapainya kecuali dengan ujian ini.”

Maka, berprasangka baiklah kepada Tuhanmu dan ketahuilah bahwa musibah yang menimpamu merupakan kebaikan bagimu. Itu pasti, akan tetapi Engkau mungkin tidak tahu.

Allah Ta'ala berfirman :

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqoroh [2] : 216)

Saudaraku, kesibukanmu menghadapi ujian, jangan sampai membuatmu melupakan “siapa yang memberimu ujian”, yaitu Allah Ta'ala. Janganlah semua pikiranmu hanya terfokus pada mencari dokter, pergi ke laborat, melakukan terapi radio, dan berbagai terapi modern lainnya, dan seterusnya, tetapi di saat yang sama engkau lupa kepada Tuhanmu. Sepatutnya, pada situasi seperti sekarang ini Engkau justru lebih mendekatkan diri kepada Tuhanmu. Akan lebih bermanfaat dan lebih memberikan harapan jika pada saat sakit Engkau mengadu sepenuh hati kepada Tuhanmu. Dalam sebuah hadits Qudsi disebutkan bahwa Allah Ta'ala berfirman kepada seorang hamba pada hari kiamat :
“Hamba-Ku, Aku sakit, tetapi mengapa engkau tidak menjenguk-Ku?!” Si hamba berkata, ‘Ya Tuhan, bagaimana aku menjenguk-Mu, sedangkan Engkau Tuhan semesta alam?’ Allah berfirman, ‘Tidak tahukah engkau, bahwa hamba-Ku si fulan sakit, tetapi engkau tidak menjenguknya? Tidakkah engkau tahu, jika engkau menjenguknya, niscaya engkau mendapati-Ku di sisinya?’”

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung petunjuk mengenai kedekatan Allah kepada orang-orang yang hatinya sudah patah harapan kepada selain Allah. Kedekatan yang tentu saja selaras dengan keagungan dan kemahasempurnaan-Nya, “Tiada sesuatu yang seperti-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Saudaraku tercinta, seyogyanya Engkau berpikir tentang hikmah Ilahi dari musibah yang menimpamu. Allah Maha Bijaksana, ketetapan dan takdir-Nya tidak lepas dari hikmah itu. Allah l berfirman, “Apa pun musibah yang menimpamu, maka disebabkan oleh perbuatanmu sendiri dan Dia memaafkan banyak (kesalahanmu).”

Ketika Ibnu Sîrîn dilanda kesedihan, ia berkata, “Aku tahu penyebab kesedihan ini, yakni sebuah dosa yang kulakukan empat puluh tahun yang lalu.” Ahmad bin Abî Hawarî berkata, “Orang-orang di masa itu sedikit dosanya, sehingga mereka tahu dosa manakah yang menjadi penyebab, akan tetapi dosa kita banyak sekali, sehingga kita tidak tahu, dosa manakah yang menyebabkan musibah kita.”

Anda harus mencari tahu, dosa manakah yang menyebabkan musibah datang kepada Anda. Semoga, dengan taubat dan kesungguhan Anda kembali kepada Allah, Allah menghapuskan bencana itu.

Ketahuilah bahwa berobat merupakan satu sebab. Pengobatan adalah satu sebab, operasi adalah satu sebab, obat adalah satu sebab, dan semua itu semata-mata sebab. Sedangkan suatu sebab tidak bisa memberikan efek apa pun kecuali dengan izin Allah.

Rosululloh Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :

“Sungguh, Allah tidak menurunkan suatu penyakit, kecuali juga menurunkan obatnya. Ada yang mengetahuinya dan ada yang tidak mengetahuinya. Jika obat mengenai penyakit, maka ia akan sembuh dengan izin Allah.”

Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menyebutkan sebab-sebab kesembuhan, yakni pertama, mempunyai pengetahuan tentang sebab penyakit dan pengobatannya; kedua, yang benar mengenai permasalahan ini adalah hendaklah ia mengetahui benar penyakitnya (dengan benar dan dengan diagnosa yang akurat), dan resep yang diberikan hendaklah tepat. Dan syarat terakhir dan terpenting adalah adanya izin dari Allah untuk diperolehnya kesembuhan. Karena itu, salah satu doa Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam adalah :

“Ya Allah, Engkau adalah Asy-Syâfî (Yang Maha Menyembuhkan), tidak ada
kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu.”

Saudaraku, yang memberikan kesembuhan adalah Allah, bukan dokter atau obat. Engkau harus meyakini itu. Karena itu, hendaklah hatimu tergantung kepada Allah saja, bukan kepada sebab-sebab kesembuhan. Ketergantungan hati kepada sebab-sebab merupakan kesyirikan.

Ini pesan penting untukmu, saudaraku tercinta! Jika Engkau menempuh sebab, itu tidak mengapa, dengan syarat hatimu tidak tergantung kepada sebab tersebut seraya melupakan “Penyebab Semua Sebab”, yaitu Allah l. Bersihkan hatimu dari ketergantungan kepada semua makhluk dan perkuatlah ketergantungan hatimu kepada Tuhanmu, ini akan menjadi sebab paling penting diperolehnya kesembuhan, dengan izin Allah.

Terakhir kali, sebagaimana Anda lihat, seluruh dunia sekarang mengikuti trend back to nature (kembali ke alam) -begitu mereka menyebutnya- dengan digunakannya obat-obatan tradisional, dan sebagainya. Sedangkan kita -kaum muslimin- memiliki pedoman, yakni Al-Quran dan As-Sunnah untuk mengobati seluruh penyakit, mulai dari Al-Quran yang merupakan Kitab Allah l dan As-Sunnah yang berisi penjelasan dan pesan Rosululloh n. Dengan meyakini kedua pedoman ini, akan diperoleh kesembuhan. Pasti. Allah adalah Asy-Syâfî (Maha Menyembuhkan).

Semoga Allah melimpahkan sholawat, berkah, dan salam kepada junjungan kita Muhammad, juga kepada segenap kelu-arga dan sahabatnya.

BACA JUGA...



Widget by Scrapur

Komentar :

ada 0 comments ke “Allah Pemberi Kesembuhan”

Post a Comment

Berikan Komentar Anda

Berita Hangat...

Pemesanan Produk (sertakan nomor HP Anda agar bisa dihubungi)

Free chat widget @ ShoutMix

Identitas Anda...