Apa kata Mereka tentang Al Jazirah Herbal?

  • AL JAZIRAH HERBAL, mengutamakan kepuasan konsumen, dapat dipercaya. terbukti: waktu Saya memesan obat lewat TIKI. Barang cepat diantar dan sampai ke tujuan. Padahal Saya belum transfer uang sama sekali-Bpk. Hendy, Bandung
  • Alhamdulillah begitu Saya mengkonsumsi Produk Herbal (OBAHAMA) memang manjur, terutama habbatussauda, mahkota dewa, Sari Kurma, Minyak Zaitun dan masih banyak lagi khasiat yang lainnya-Bpk. Kartono, Jakarta
  • Sejak putri saya mengkonsumsi Habbatussauda haidnya menjadi teratur. terus terang saya agak kuatir dengan keadaan anak saya dulu. tapi kini saya tenang dan merasa mantap mengkonsumsi habbatussauda, karena Habbatussauda alami sehingga aman digunakan dalam janka waktu panjang-Ibu Lilyana Fikri, Jakarta
  • Saya ingin bercerita sedikit setelah saya mengkonsumsi habbatusauda. dulu sebelum mengkonsumsi saya sering merasa lemah dan cepet capek. selain itu saya juga memiliki penyakit susah buang air besar dan perut yang sensitif terhadap makanan suka merasa kembung dan mulaes2. Alhamdulillah setelah saya mengkonsumsi habbatussauda selama 3 minggu, saya merasa banyak perubahan yang terjadi dalam tubuh saya. badan serasa segar dan tidak mudah capek!!! di tambah buang air besar menjadi lancar lancar, perut yang biasa kembung dan mules2 sudah tidak terasa. dan yang paling dahsyatnya saya sering tidur larut malam bahkan sampe pagi, alhamdulillah tidak terserang penyakit dan badan merasa segar sewaktu bangun walaupun tidur cuma sebentar.-Sdr. Rezki Putra, Jakarta
CALL NOW 021 947 056 03 OR 0813 830 810 21
Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket

install windows ana-moslem airsoft gun airsoft gun

Senyum Jenazah Para Mujahidin

Kebohongan Baru Gedung Putih dalam Perang Iraq

Posted by Admin | 8/15/2008 08:17:00 pm

Lima tahun telah berlalu sejak dimulainya serangan militer Amerika ke Iraq. Sejak saat itu pula hingga kini satu persatu kebohongan Gedung Putih mulai terbongkar. Kali ini terbukti Gedung Putih memalsukan surat Tahir Jalil Al-Habbush, Kepala Badan Intelijen Iraq waktu itu yang diserahkan kepada Saddam Hussein. Surat yang dipalsukan Gedung Putih itu menyebutkan bahwa rezim Baats Iraq punya hubungan dengan Mohammed Atta, salah seorang penyandera pesawat dalam peristiwa 11 September.

Amerika memanfaatkan surat yang telah dipalsukan itu guna menjustifikasi perang yang dilakukannya. Tidak cukup memalsukannya, Gedung Putih ternyata sengaja menyerahkan surat palsu itu kepada media untuk dicetak.

Ron Suskind dalam buku terbarunya "The Way of the World" membongkar kebohongan surat tersebut. Dalam bukunya Ron mengungkapkan, Al-Habbus sempat bertemu dengan seorang agen senior Inggris dan menyatakan bahwa Rezim Baats tidak memiliki senjata pemusnah massal.

Setelah sampai ke tangan Gedung Putih informasi tersebut hanya diarsip. Para pengamat politik menilai diterbitkannya buku Ron Suskind menampar keras kredibilitas Gedung Putih, pribadi George W. Bush dan keyakinan rakyat Amerika soal perang Iraq.

Terbongkarnya kebohongan Gedung Putih soal perang Iraq bukan yang pertama kalinya. Sebelum ini juga telah diumumkan bagaimana George W. Bush, Presiden Amerika berbohong soal dokumen yang menyebut Saddam Hussein membeli uranium dari Nigeria.

Tidak tanggung-tanggung ucapan bohongnya itu disampaikan dalam pidato tahunan bulan Januari tahun 2003. Tujuan Bush agar dapat memobilisasi opini dunia menyepakati perang terhadap Iraq.

Sejak September 2001 hingga Maret 2003 para pejabat Gedung Putih berulang kali melontarkan tuduhan bahwa Iraq tengah sberusaha mencapai senjata pemusnah massal dan punya hubungan dekat dengan kelompok AlQaeda. Collin Powel, Menlu Amerika waktu itu dalam sidang Dewan Keamanan PBB tanggal 5 Februari 2003 malah menyerahkan dokumen palsu tentang uji coba senjata kimia Iraq.

Segala kasak-kusuk Amerika memang berbuah hasil. Pada tanggal 20 Maret pasukan multinasional yang dikomandoi Amerika menyerang Iraq. Perang Iraq menjadi mimpi buruk terbesar bagi rakyat Amerika setelah perang Vietnam. Apa lagi korban yang jatuh akibat perang ini telah melebihi satu juta orang.

Ironis memang, bagaimana satu juta orang menjadi korban hanya karena perang yang dilakukan atas informasi bohong.
Hakikatnya, hingga tahun 2003 Iraq tidak punya senjata pemusnah massal dan tidak juga punya hubungan dengan Al-Qaidah. Namun kenyataan ini tidak penting bagi George W. Bush dan Dick Cheney. Buat mereka yang penting adalah mengagresi dan menduduki negara seribu satu malam ini. Dan untuk itu mereka tidak segan-segan untuk berbohong, bahkan memalsukan dokumen guna membenarkan sikap arogan mereka. Oleh karenanya, dapat dikatakan perang Iraq sebagai "Perang Berdasar Kebohongan" dalam sejarah kontemporer.(irib/bbs)

BACA JUGA...



Widget by Scrapur

Komentar :

ada 0 comments ke “Kebohongan Baru Gedung Putih dalam Perang Iraq”

Post a Comment

Berikan Komentar Anda

Berita Hangat...

Pemesanan Produk (sertakan nomor HP Anda agar bisa dihubungi)

Free chat widget @ ShoutMix

Identitas Anda...