Apa kata Mereka tentang Al Jazirah Herbal?

  • AL JAZIRAH HERBAL, mengutamakan kepuasan konsumen, dapat dipercaya. terbukti: waktu Saya memesan obat lewat TIKI. Barang cepat diantar dan sampai ke tujuan. Padahal Saya belum transfer uang sama sekali-Bpk. Hendy, Bandung
  • Alhamdulillah begitu Saya mengkonsumsi Produk Herbal (OBAHAMA) memang manjur, terutama habbatussauda, mahkota dewa, Sari Kurma, Minyak Zaitun dan masih banyak lagi khasiat yang lainnya-Bpk. Kartono, Jakarta
  • Sejak putri saya mengkonsumsi Habbatussauda haidnya menjadi teratur. terus terang saya agak kuatir dengan keadaan anak saya dulu. tapi kini saya tenang dan merasa mantap mengkonsumsi habbatussauda, karena Habbatussauda alami sehingga aman digunakan dalam janka waktu panjang-Ibu Lilyana Fikri, Jakarta
  • Saya ingin bercerita sedikit setelah saya mengkonsumsi habbatusauda. dulu sebelum mengkonsumsi saya sering merasa lemah dan cepet capek. selain itu saya juga memiliki penyakit susah buang air besar dan perut yang sensitif terhadap makanan suka merasa kembung dan mulaes2. Alhamdulillah setelah saya mengkonsumsi habbatussauda selama 3 minggu, saya merasa banyak perubahan yang terjadi dalam tubuh saya. badan serasa segar dan tidak mudah capek!!! di tambah buang air besar menjadi lancar lancar, perut yang biasa kembung dan mules2 sudah tidak terasa. dan yang paling dahsyatnya saya sering tidur larut malam bahkan sampe pagi, alhamdulillah tidak terserang penyakit dan badan merasa segar sewaktu bangun walaupun tidur cuma sebentar.-Sdr. Rezki Putra, Jakarta
CALL NOW 021 947 056 03 OR 0813 830 810 21
Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket

install windows ana-moslem airsoft gun airsoft gun

Senyum Jenazah Para Mujahidin

Jakarta (Arrahmah.Com) - Sebuah pendapat aneh dan nyeleneh muncul dari Shinta Nuriyah Wahid, Istri Gus Dur. Di depan karyawan Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi (RSMKB), wanita yang sehari-hari hanya mengenakan kerudung ini mengatakan bahwa leher wanita tidak mengapa diperlihatkan, karena bukan aurat. Peryataan yang bertentangan dengan ayat-ayat Allah SWT di dalam Al Qur’an dan banyak hadits Rasulullah SAW ini disampaikan oleh Shinta Nuriah Wahid dalam rangka memantapkan manejemen RSMKB yang sedang kesandung masalah akibat melarang seorang karyawatinya untuk mengenakan jilbab syar’i ketika melaksanakan tugas di RSMKB. Shinta Nuriyah Wahid memang diundang berbicara oleh pihak manejemen RSMKB dalam rangka menjelaskan bagaimana aurat menurut pemahaman Islam. Sayangna, alih-laih mendapatkan penjelasan yang syar’i dan nyunnah, peserta disodorkan pendapat yang aneh dan nyeleneh, hasil pemahamannya sendiri tentang aurat wanita.

Ketetapan Aurat Wanita

Entah memang tidak tahu atau sengaja menyembunyikan ilmu, Shinta Nuriyah Wahid seharusnya memahami dan menjelaskan ketetapan tentang aurat yang sudah diatur dalam hukum Islam. Aurat dalam hukum Syara’ telah ditetapkan dengan jelas, yaitu untuk kaum wanita (muslimah) meliputi seluruh anggota tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Leher adalah aurat, tangan merupakan aurat, begitu juga dengan kaki dan juga rambut, meskipun sehelai rambut, telinga dan raut muka juga merupakan aurat. Oleh karena itu seorang muslimah seharusnya menutup seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan dari laki-laki asing baik itu muslim atau bukan. Sebagaimana firman Allah SWT:

“Janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang biasa nampak dari mereka…”(QS. An-Nur:31).

Apa yang biasa nampak adalah muka dan telapak tangan yang mana ini berlaku bagi para muslimah,apakah sedang shalat atau mengerjakan haji, atau di hadapan Rasulullah saw yang diamnya menjadi bukti bahwa beliau tidak keberatan. Sebagaimana keterangan Rasulullah saw yang berkata kepada Asma’:

”Wahai Asma’ jika seorang wanita telah baligh, tidak ada bagian dari tubuhnya yang ditampakkan kecuali ini dan ini (menunjuk pada muka dan telapak tangannya).”


Ketetapan tentang aurat mengharuskan warna kulit harus disembunyikan, baik itu hitam, putih, merah atau coklat. Jika pakaian tersebut transparan, dan menampakkan warna kulit, maka tidak sah sebagai penutup aurat, oleh karena itu dianggap bahwa aurat ditampakkan dan tidak tertutup. Hukum Syara’ memerintahkan untuk menyembunyikan kulit dengan menyembunyikan warnanya. Dan bukti tentang ini diambil dari kisah Aisyah ra:

Asma’ binti Abu Bakar memasuki rumah Rasulullah SAW untuk mengunjungi saudaranya Aisyah dan dia memakai pakaian yang tipis (transparan) lalu beliau memalingkan muka dan berkata: :”Wahai Asma’ jika seorang wanita telah baligh, tidak ada bagian dari tubuhnya yang ditampakkan kecuali ini dan ini (menunjuk pada muka dan telapak tangannya).”

Sehingga pakaian yang tipis dianggap oleh Rasulullah saw sebagai pakaian yang menampakkan aurat, maka tidak sah sebagai penutup aurat. Bukti yang lain dari apa yang diceritakan Usama ibnu Zaid, ketika Rasulullah saw bertanya padanya tentang apa yang ia lakukan dengan kobtya (baju tipis) itu, Usama berkata bahwa ia memberikannya untuk dipakai istrinya. Lalu beliau berkata:

”Katakan padanya untuk memakai beberapa lapisan di bawah bajunya (kobtya), aku khawatir akan lekuk tubuhnya kemungkinan masih terlihat”.


Agenda Terselubung


Dari seluruh keterangan ini sangat jelas bahwa leher wanita adalah aurat yang harus ditutup, berdasarkan ayat Al Qur’an dan hadits yang shahih. Dengan demikian menjadi sebuah pertanyaan, syetan mana yang membisikkan Shinta Nuriyah Wahid sehingga berhujjah bahwa leher bukanlah aurat dan tidak mengapa diperlihatkan. Bukankah ini sebuah perkataan yang bertentangan dengan Al Qur’an dan Al Hadits yang wajib ditolak dan dibuang jauh-jauh. Peryataan Shinta Nuriyah Wahid bahwa leher bukanlah aurat jelas-jelas sebuah peryataan yang menyesatkan umat Islam, khususnya yang menghadiri acara tersebut. Bisa jadi ada agenda terselubung dari Shinta Nuriyah Wahid, yakni ide feminisme liberal yang sengaja ditiupkan di setiap kesempatan. Alhamdulillah, ada seorang pemmbaca Ar Rahmah.com yang menyampaikan masalah penting ini ke redaksi setelah mendengar berita di Radio Fajri FM pada tanggal 8 januari 2009. Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua. Insya Allah! (M.Fachry/Arrahmah.Com)



BACA JUGA...



Widget by Scrapur

Komentar :

ada 0 comments ke “Shinta Nuriyah Wahid : Leher Wanita Bukan Aurat ?”

Post a Comment

Berikan Komentar Anda

Berita Hangat...

Pemesanan Produk (sertakan nomor HP Anda agar bisa dihubungi)

Free chat widget @ ShoutMix

Identitas Anda...