Apa kata Mereka tentang Al Jazirah Herbal?

  • AL JAZIRAH HERBAL, mengutamakan kepuasan konsumen, dapat dipercaya. terbukti: waktu Saya memesan obat lewat TIKI. Barang cepat diantar dan sampai ke tujuan. Padahal Saya belum transfer uang sama sekali-Bpk. Hendy, Bandung
  • Alhamdulillah begitu Saya mengkonsumsi Produk Herbal (OBAHAMA) memang manjur, terutama habbatussauda, mahkota dewa, Sari Kurma, Minyak Zaitun dan masih banyak lagi khasiat yang lainnya-Bpk. Kartono, Jakarta
  • Sejak putri saya mengkonsumsi Habbatussauda haidnya menjadi teratur. terus terang saya agak kuatir dengan keadaan anak saya dulu. tapi kini saya tenang dan merasa mantap mengkonsumsi habbatussauda, karena Habbatussauda alami sehingga aman digunakan dalam janka waktu panjang-Ibu Lilyana Fikri, Jakarta
  • Saya ingin bercerita sedikit setelah saya mengkonsumsi habbatusauda. dulu sebelum mengkonsumsi saya sering merasa lemah dan cepet capek. selain itu saya juga memiliki penyakit susah buang air besar dan perut yang sensitif terhadap makanan suka merasa kembung dan mulaes2. Alhamdulillah setelah saya mengkonsumsi habbatussauda selama 3 minggu, saya merasa banyak perubahan yang terjadi dalam tubuh saya. badan serasa segar dan tidak mudah capek!!! di tambah buang air besar menjadi lancar lancar, perut yang biasa kembung dan mules2 sudah tidak terasa. dan yang paling dahsyatnya saya sering tidur larut malam bahkan sampe pagi, alhamdulillah tidak terserang penyakit dan badan merasa segar sewaktu bangun walaupun tidur cuma sebentar.-Sdr. Rezki Putra, Jakarta
CALL NOW 021 947 056 03 OR 0813 830 810 21
Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket

install windows ana-moslem airsoft gun airsoft gun

Senyum Jenazah Para Mujahidin

Berlebih-lebihan dalam Makan dan minum Menyebabkan Timbulnya Berbagai Penyakit
Materi makanan itu sendiri memang bermanfaat, apabila dikonsumsi pada waktu yang tepat dan takaran yang tepat.
Selanjutnya, bila makan terlalu sedikit atau tidak makan sama sekali, maka hal itu akan menyebabkan tubuh lemah.Tetapi jika makan secara berlebihan, maka hal itu akan menimbulkan penyakit.

Abû Tholhah pernah berkata kepada Ummu Sulaim, “Aku mendengar suara lemah Rosululloh saw, saya tahu itu karena lapar.”250)Demikianlah, kekurangan makan akan menyebabkan kele-mahan tubuh.

Rosululloh saw bersabda : “Seseorang tidaklah mengisi kantong yang lebih buruk daripada perut, cukuplah seseorang itu memakan beberapa suap makanan yang bisa menegakkan tulang punggungnya.
Jika harus (makan banyak, maka maksimal) sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya.”251)

Dari sini kita tahu bahwa berlebihan makan bisa menyebab-kan timbulnya penyakit.Tetapi, bila kondisi kenyang itu terjadi pada waktu-waktu terpisah -yakni kadang-kadang, tidak terus-menerus-, maka tidak mengapa.Dalam Shohîhu `l-Bukhôrî disebutkan bahwa Abû Huroiroh a pernah minum susu, sampai ia mengatakan, “Demi Alloh, wahai Rosululloh, saya sudah tidak mendapat jalan masuk lagi (untuk minum).”

Dalam Ash-Shohîh juga disebutkan sebuah hadits yang diriwayatkan dari Anas mengenai bertambah banyaknya makanan berkat doa Nabi saw., “Maka mereka (para sahabat) makan hingga kenyang.”252)
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh ‘Abdurrohmân bin Abû Bakar tentang para sahabat yang merupakan mayoritas anggota satu suku saat dijamu kambing, sedangkan jumlah mereka saat itu seratus tiga puluh orang, disebutkan di dalamnya, “Kami semua makan, sampai kenyang.”253)Al-Hâfizh Ibnu Hajar v telah mengutip ucapan beberapa ulama mengenai kenyang. Beliau berkata254), “

Ibnu Baththôl berkata, ‘Hadits-hadits ini menunjukkan dibolehkannya kenyang, sekalipun kadang-kadang tidak kenyang itu lebih utama.”Ath-Thobarî berkata, “Akan tetapi, meski pada dasarnya hukum kenyang adalah mubah, namun ia ada batasnya, di mana jika melebihi hal itu, bisa dikategorikan sebagai berlebih-lebihan.

Yang mubah adalah kenyang yang membantu seseorang untuk menjalankan aktivitas ketaatan kepada Robbnya dan beratnya makan tidak melalaikannya dari pelaksanaan kewajibannya.”Al-Qurthubî berkata dalam Al-Mufham, ketika menye-butkan kisah Abû Haitsam, ketika Nabi menyembelihkan seekor kambing untuknya dan untuk dua orang sahabatnya, ‘Mereka pun makan sampai kenyang’, “

Di dalamnya juga terdapat dalil mengenai dibolehkannya kenyang. Adapun hadits yang melarang kenyang, bisa ditafsiri bahwa kenyang tersebut adalah yang memberatkan lambung dan menghalangi orang untuk melak-sanakan ibadah, menyebabkan orang sombong, angkuh, tidur, dan malas. Kemakruhan di sini bisa jadi berkembang hingga menjadi haram, sesuai dengan dampak negatif yang ditimbul-kannya.”Mengenai hadits ats-tsuluts255), Al-Qurthubî berkata dalam Syarhu `l-Asmâ’, “Andaikata Baqrot256) mendengar pembagian ini, tentulah ia takjub oleh hikmah ini.”Sebelumnya, Al-Ghozâlî berkata dalam Al-Ihyâ’ bab ‘Meredam Dua Syahwat’, “Hadits ats-tsuluts ini diceritakan kepada seorang filosof, maka ia berkata, ‘Saya tidak pernah mendengar ucapan mengenai menyedikitkan makan, yang lebih bijaksana daripada ini’.”

Dalam Al-Ihyâ’ juga disebutkan bahwa tingkatan kenyang ada tujuh,
“Pertama, kenyang yang menjadi penopang tegaknya kehidupan.
Kedua, kenyang yang agak lebih supaya bisa berpuasa dan melaksanakan sholat dengan berdiri. Poin pertama dan kedua ini wajib.
Ketiga, kenyang yang agak lebih supaya bisa melaksanakan amalan-amalan nâfilah.
Keempat, kenyang yang agak lebih supaya bisa bekerja. Poin ketiga dan keempat ini dianjurkan.
Kelima, memenuhi sepertiga perut. Ini boleh.
Keenam, melebihi sepertiga, sehingga menyebabkan badan menjadi berat dan banyak tidur. Ini makruh.
Ketujuh, melebihi sepertiga sehingga membahayakan, yaitu kekenyangan yang dilarang, ini haram.”
Sampai di sini Ibnu Hajar.Ibnul Qoyyim 257) berkata, “Penyakit itu ada dua macam, yakni penyakit-penyakit materi yang terjadi karena kelebihan unsur materi tertentu di dalam tubuh, sehingga berdampak negatif terhadap aktivitas-aktivitasnya yang normal. Ini merupa-kan penyakit-penyakit kebanyakan.
Penyebabnya adalah masuk-nya makanan ke dalam tubuh sebelum makanan pertama dicerna dan kelebihan dari takaran yang dibutuhkan oleh tubuh, konsumsi makanan yang sedikit manfaatnya dan susah dicerna, atau terlalu banyak makanan yang beraneka ragam komposisi. Jika seseorang memenuhi perutnya dengan makanan-makanan ini dan terbiasa dengan hal itu, maka akan menimbulkan penyakit yang bermacam-macam, ada yang susah dihilangkan dan ada yang mudah dihilangkan.
Jika ia proporsional dalam mengkonsumsi makanan, hanya makan sesuai dengan kebu-tuhan, sedangkan kuantitas dan kualitas makanan itu juga proporsional, maka tubuh akan mendapatkan manfaat lebih banyak dari makanan seperti itu daripada makanan yang terlalu banyak.
Adapun tingkatan makanan dan gizi ada tiga, pertama, tingkat kebutuhan; kedua, tingkat kecukupan; ketiga, tingkat kelebihan.Nabi saw. memberitahukan bahwa seseorang itu cukup dengan beberapa suap makanan yang bisa menegakkan tulang punggung-nya, sehingga kekuatannya tidak berkurang dan badannya tidak lemah, tetapi jika lebih dari itu, hendaklah ia makan maksimal sepertiga perutnya, membiarkan sepertiga lainnya untuk tempat air dan sepertiga lagi untuk nafas. Ini merupakan makanan yang paling bermanfaat untuk badan dan hati.
Sesungguhnya, jika perut seseorang itu penuh dengan makanan, maka tempat untuk minuman menjadi sempit. Jika tempat itu diisi dengan minuman, maka tempat untuk pernafasan menjadi sempit dan ia akan terkena kesulitan dan kepayahan, seperti orang yang sedang memikul beban berat.
Di samping itu, hal ini juga berakibat kepada rusaknya hati, kemalasan anggota tubuh dari melak-sanakan amal ketaatan, mudahnya ia bergerak menuruti syahwat yang merupakan konsekuensi kekenyangan. Jadi, perut yang penuh dengan makanan akan membahayakan hati dan badan.Kekenyangan yang berlebihan melemahkan kekuatan dan badan, meskipun menyuburkannya. Kekuatan badan itu terben-tuk berdasarkan gizi yang diserapnya, bukan dari banyaknya ia makan.”258)
Sebuah penelitian ilmiah dikemukakan oleh Dr. ‘Abdul Jawwâd Ash-Shôwî, dengan judul Mukjizat Ilmiah dalam Hadits Ats-Tsuluts. Di sini akan disampaikan ringkasan dari penelitian ini pada tema-tema yang penting :
1. Batas maksimal lambung.
Ukuran lambung sekitar 1500 ml, luasnya bisa dibagi menjadi tiga bagian yang sama luas, masing-masing bagian luasnya setengah liter (500 ml).
2. Sepertiga lambung harus dikosongkan untuk nafas manusia.
Ada hubungan aktif antara lambung dengan pernafasan, karena bagian atas lambung menempati posisi langsung di bawah diafragma; lambung menerima makanan setelah dikunyah, ditelan, dan melewati kerongkongan. Lambung memiliki kemampuan besar untuk mengubah bentuk, ia tampak kecil ketika tidak berisi dan jauh melebar sesudah kemasukan makanan dalam jumlah besar. Ketika itu, seseorang akan merasa tidak nyaman dan sulit bernafas. Hal ini juga menyulitkannya untuk susut dan menghambat pergerakan ke bawah secara otomatis, disebabkan terjadinya pernafasan yang dalam.
3. Ukuran udara pernafasan.
Referensi-referensi kedokteran modern menyebutkan bahwa bersamaan dengan hembusan dan hirupan dalam pernafasan normal, udara yang masuk dan keluar sekitar 500 ml untuk sekali pernafasan.
4. Salah satu akibat kelebihan makan berdasarkan kedokteran modern adalah kegemukan (obesitas) dan berbagai penyakit yang menyertainya.
Kegemukan sangat terkait dengan kelebihan konsumsi maka-nan, khususnya makanan-makanan yang kaya lemak. Ini merupakan problem yang sangat umum terjadi di masya-rakat. Kadang-kadang, kegemukan ini disertai dengan meningkatnya bahaya penyakit-penyakit pembuluh darah jantung, seperti lemah jantung, gagal jantung, jantung koroner, kenaikan tekanan darah, dan kenaikan kandungan lemak darah. Tidak diragukan bahwa pembekuan darah (trombosis) pada pembuluh darah jantung memiliki keterkaitan dengan kegemukan.

Demikian pula batu empedu, encok yang meru-pakan penyakit yang menyebabkan timbulnya serangan hebat rasa sakit di persendian dan diakibatkan oleh kelebihan asam urine di dalam darah, sehingga menimbulkan endapan asam urine tersebut dalam bentuk kristal sodium borat di sekitar persendian, dan salah satu penyebabnya yang paling penting adalah kelebihan dalam mengkonsumsi makanan-makanan yang kaya protein (seperti daging dan ikan) dan makanan-makanan yang kaya nikloprotein, seperti otak, otak besar, hati, tonsil anak sapi.
Masih ada beberapa penyakit lain, seperti varises di betis, turun lambung, sembelit, berbagai jenis peradangan, lam-bannya kesembuhan luka, radang persendian (arthritis), pembesaran (hypertrophy) pankreas, atau kelebihan jaringan-nya sehingga menyebabkan penyakit kencing manis, tidak sampainya darah dari pembuluh darah vena ke jantung dengan mudah, ketidakmampuan paru-paru untuk berkem-bang secara sempurna, dan kelambanan, serta hambatan pencernaan, dan seterusnya. Demikian ucapan Dr. ‘Abdul Jawwâd Ash-Shôwî.
MEMBACA DOA-DOA
1. Doa ketika berbuka, yaitu : “Dzahaba `zh-zhoma’u wa `btalati `l-‘urûqu wa tsabata `l-ajru in syâ’allôh (Dahaga telah hilang, pembuluh-pembuluh telah basah, dan pahala telah tetap, insyâ’ Allôh).”259)
2. Doa sebelum makan dan minum.
Nabi bersabda : “Jika salah seorang dari kamu memakan suatu makanan, hendaklah ia menyebut nama Alloh, jika lupa menyebut nama Alloh pada awalnya, hendaklah ia mengucapkan, “Bismillâhi ta‘âlâ ‘alâ awwalihi wa âkhirihi (dengan menyebut nama Alloh di awal dan akhirnya).”260)
Barangsiapa dikaruniai makanan oleh Alloh, hendaklah mengucapkan : “Allôhumma bârik lanâ fîhi wa ath‘imnâ khoiron minhu (Ya Alloh, berkahilah kami di dalamnya, dan berilah kami makanan yang lebih baik darinya).”
Dan barangsiapa yang dikaruniai minuman susu oleh Alloh, hendaklah ia mengucapkan : “Allôhumma bârik lanâ fîhi wa zidnâ minhu (Ya Alloh, berkahilah kami di dalamnya, dan tambahlah minuman seperti ini kepada kami).”261)
3. Doa ketika selesai makan :
“Alhamdulillâhi `l-ladzî ath‘amanî hâdza `th-tho‘âm wa rozaqonîhi min ghoiri haulin minnî wa lâ quwwatin (Segala puji hanyalah bagi Alloh yang telah memberiku dan mengaruniaiku rezeki makanan ini tanpa daya dan kekuatan dariku).”262)
4. Doa tamu untuk orang yang menjamu :
“Allôhumma bârik lahum fîmâ rozaqtahum waghfir lahum warhamhum (Ya Alloh, berkahilah mereka dalam rezeki yang Engkau karuniakan kepada mereka, ampunilah dan sayangilah mereka).”263)
5. Doa untuk orang yang memberi minum atau makan, atau doa orang yang ingin diberi minum dan makan oleh orang lain : “Allôhumma ath‘im man ath‘amanî wasqi man saqônî (Ya Alloh, berilah makan siapa yang memberiku makanan dan berilah minum siapa yang memberiku minuman).”
6. Doa apabila berbuka di rumah orang lain : “Afthoro ‘indakumu `sh-shô’imûn, wa akala tho‘âma kumu `l-abrôr, wa shollat ‘alaikumu `l-malâikah (Telah berbuka di tempat kalian orang-orang yang berpuasa, telah memakan makanan kalian orang-orang yang baik, dan para malaikat telah mendoakan kalian).”264)
7. Doa ketika melihat buah-buahan yang baru muncul : “Allôhumma bârik lanâ fî tsamarinâ wa bârik lanâ fî madînatinâ, wa bârik lanâ fî shô‘inâ, wa bârik lanâ fî muddinâ (Ya Alloh, berkahilah buah-buahan kami, berkahilah kota kami, berkahilah sho’ kami, dan berkahilah mud kami).”265)Dari pola kehidupan Nabi yang telah dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim dalam kitabnya Ath-Thibbu An-Nabawî, bisa disimpulkan bahwa orang yang sakit seyogyanya mencari dokter yang pandai, menerangkan keadaan dirinya kepadanya, mengikuti saran-sarannya dan memakan obat-obat yang diresepkan kepadanya, kemudian berdoa kepada Alloh Ta'ala yang di tangan-Nya terletak segala urusan supaya Dia memberikan kesembuhan kepadanya. Doa tersebut dengan redaksi yang diriwayatkan dari Nabi saw.
Pemahaman yang sangat penting seperti ini dilupakan oleh banyak manusia. Sebagian orang merasa cukup dengan berobat, sebagian lagi merasa cukup dengan berdoa saja, kedua-duanya keliru dan jauh dari petunjuk As-Sunnah dan Al-Quran. Doa dan obat, keduanya harus digunakan, karena Nabi saw. memerin-tah kita untuk menggunakan kedua-duanya.266)
__________________________________

250) Shohîhu `l-Bukhôrî (5381).
251) Shohîhu `l-Jâmi‘ (5674), Syaikh Al-Albânî v berkata, “Shohih.”
252) Shohîhu `l-Bukhôrî (5381).
253) Shohîhu `l-Bukhôrî (5382).
254) Fathu `l-Bârî Syarh Shohîhi `l-Bukhôrî, bab “Barangsiapa Makan Sampai Kenyang.”
255) Yakni hadits yang membagi perut menjadi tiga, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk nafas -penerj.
256) Seorang dokter dan filosof yang banyak menulis buku -penerj.
257) Ath-Thibbu `n-Nabawî, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah, hal.18-19.
258) Ath-Thibbu `n-Nabawî, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah, hal.18-19.
259) HR. Abû Dâwud, dishohihkan oleh Al-Albânî dalam Shohîhu `l-Jâmi‘ (378).
260) HR. Abû Dâwud dan dishohihkan oleh Al-Albânî dalam Shohîhu `l-Jâmi‘ (380).
261) HR.Tirmidzî dan dihasankan oleh Al-Albânî dalam Shohîhu `l-Jâmi‘ (6045)
262) HR. Ashhâbus Sunan, kecuali Nasâî, dihasankan oleh Al-Albânî dalam Shohîhu `l-Jâmi‘ (6086).
263) Shohîh Muslim (2042).
264) HR. Abû Dâwud, dishohihkan oleh Al-Albânî dalam Shohîhu `l-Jâmi‘ (1131).
265) Shohîh Muslim (1373).
266) Pengantar Ath-Thibbu `n-Nabawî, Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah, tahqiq Syu‘aib Al-Arnâ’ûth dan ‘Abdul Qôdir Al-Arnâ’ûth.

BACA JUGA...



Widget by Scrapur

Komentar :

ada 0 comments ke “Berlebih-lebihan dalam Makan dan minum Menyebabkan Timbulnya Berbagai Penyakit”

Post a Comment

Berikan Komentar Anda

Berita Hangat...

Pemesanan Produk (sertakan nomor HP Anda agar bisa dihubungi)

Free chat widget @ ShoutMix

Identitas Anda...