Bismillah

Apa kata Mereka tentang Al Jazirah Herbal?

  • AL JAZIRAH HERBAL, mengutamakan kepuasan konsumen, dapat dipercaya. terbukti: waktu Saya memesan obat lewat TIKI. Barang cepat diantar dan sampai ke tujuan. Padahal Saya belum transfer uang sama sekali-Bpk. Hendy, Bandung
  • Alhamdulillah begitu Saya mengkonsumsi Produk Herbal (OBAHAMA) memang manjur, terutama habbatussauda, mahkota dewa, Sari Kurma, Minyak Zaitun dan masih banyak lagi khasiat yang lainnya-Bpk. Kartono, Jakarta
  • Sejak putri saya mengkonsumsi Habbatussauda haidnya menjadi teratur. terus terang saya agak kuatir dengan keadaan anak saya dulu. tapi kini saya tenang dan merasa mantap mengkonsumsi habbatussauda, karena Habbatussauda alami sehingga aman digunakan dalam janka waktu panjang-Ibu Lilyana Fikri, Jakarta
  • Saya ingin bercerita sedikit setelah saya mengkonsumsi habbatusauda. dulu sebelum mengkonsumsi saya sering merasa lemah dan cepet capek. selain itu saya juga memiliki penyakit susah buang air besar dan perut yang sensitif terhadap makanan suka merasa kembung dan mulaes2. Alhamdulillah setelah saya mengkonsumsi habbatussauda selama 3 minggu, saya merasa banyak perubahan yang terjadi dalam tubuh saya. badan serasa segar dan tidak mudah capek!!! di tambah buang air besar menjadi lancar lancar, perut yang biasa kembung dan mules2 sudah tidak terasa. dan yang paling dahsyatnya saya sering tidur larut malam bahkan sampe pagi, alhamdulillah tidak terserang penyakit dan badan merasa segar sewaktu bangun walaupun tidur cuma sebentar.-Sdr. Rezki Putra, Jakarta
CALL NOW 021 947 056 03 OR 0813 830 810 21
Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket

install windows ana-moslem airsoft gun airsoft gun

Senyum Jenazah Para Mujahidin

Pengobatan Dengan Kam’ah, Itsmid, dan Celak

Posted by Admin | 12/30/2007 01:59:00 pm

Pengobatan Dengan Kam’ah, Itsmid, dan Celak

Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Kam’ah termasuk al-mann, airnya menyembuhkan mata.”374)Kam’ah tumbuh di tanah tanpa ditanam. Ia disebut kam’ah, karena keadaannya yang tersembunyi. Ia tersembunyi di bawah tanah, tanpa daun dan batang. Materinya berasal dari saripati tanah yang beruap yang menumpuk ke arah permukaan. Materi-materi ini menumpuk disebabkan oleh dinginnya musim dingin dan ditumbuhkan oleh hujan di musim semi, sehingga ia tumbuh dan muncul di permukaan tanah. Karena itu, ia disebut pula dengan judariyyu `l-ardhi (cacar bumi).

Kam’ah ini tumbuh di musim semi, bisa dimakan mentah maupun setelah dimasak. Ia juga disebut nabâtu `r-ro‘d (tum-buhan petir), karena kam’ah akan muncul banyak, bila banyak petir, dan tanah merekah karena kemunculannya. Ada jenis kam’ah yang bisa membunuh, warnanya agak kemerahan, bisa mengakibatkan tercekik (mati lemas).Kam’ah digunakan sebagai celak, akan lebih bagus bila ia digunakan bersama itsmid.Penggunaan Itsmid dan Celak untuk Penyakit MataDemikianlah bab yang ditulis oleh Bukhôrî dalam Shohîh-nya Al-Itsmid wa `l-Kuhl mina `r-Romad (Menggunakan Itsmid dan Celak untuk Penyakit Mata).Dari Salîm dari ayahnya, dimarfû‘kannya :

“Itsmid itu memperjelas penglihatan dan menumbuhkan bulu mata.”375)Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

“Sebaik-baik celak kalian adalah itsmid, yang digunakan sebelum tidur, sesungguhnya ia bisa memperjelas penglihatan dan menum-buhkan bulu mata.”376)Unsurnya dingin dan kering, bisa menjadi sarana yang ber-manfaat menguatkan penglihatan mata, menguatkan urat-uratnya, dan memelihara kesehatannya. Ia menghilangkan daging yang berlebih dalam luka-luka dan bisul-bisul di mata, membersih-kan kotorannya, menghilangkan pusing apabila digunakan bersama madu yang dicampur sedikit air. Ia juga bisa menyem-buhkan luka bakar, jika ia ditumbuk dan dicampur dengan sebagian lemak segar serta dioleskan pada luka bakar. Ia merupakan celak mata yang paling baik, apalagi untuk orang-orang yang sudah tua, yang penglihatan mereka sudah lemah; apabila dicampur sedikit dengan misik.377)

Al-Hâfizh Ibnu Hajar telah membawakan kepada kita sebuah kisah yang sangat populer. Ia berkata : Imam Nawawî berkata, “Yang benar, airnya bisa menyembuhkan seluruh penyakit mata secara mutlak. Air kam’ah diperas dan diteteskan ke mata.”Ia juga berkata, “Saya dan beberapa orang lain pernah melihat di zaman sekarang, orang yang buta dan sudah tidak memiliki kemampuan penglihatan sama sekali. Lantas, ia mencelaki matanya dengan air kam’ah saja, maka ia pun sembuh dan penglihatannya kembali normal. Ia adalah Syaikh yang terpercaya, Kamâl bin ‘Abd Ad-Dimasyqî, seorang yang sholih dan ahli periwayatan hadits. Beliau memakai air kam’ah, karena meyakini dan ingin meraih berkah hadits ini, lantas Alloh memberikan manfaatnya kepadanya.”Berikut ini sebuah artikel yang berjudul Kam’ah, Fithriyyât Judzariyah378). Saya meringkasnya dalam beberapa poin berikut :

Pengertian Kam‘ah
Kam‘ah dalam bahasa orang-orang Maghrib disebut Tirfas. Kam’ah adalah tunas yang bentuknya semacam gumpalan pada cendawan-cendawan kecil.Dalam beberapa tahun yang bercuaca baik, kam’ah ber-kembang biak di tepi-tepi sungai, di mana tumbuh berbagai jenis tumbuhan dari famili ini. Kawasan yang terbentang dari Afrika Utara hingga perbatasan Asia Tengah, yang meliputi seluruh wilayah Iran, Syiria, Palestina, dan Jazirah Arab merupakan lingkungan alami tempat pembiakan kam‘ah.Tunas-tunas itu tumbuh di lapisan permukaan tanah, mulai dari fase tertentu. Kita kadang menyaksikan permukaan tanah yang terkuak pada dua arah vertikal, sehingga menyebabkan terbelahnya tunas-tunas tersebut. Ini dianggap sebagai fase yang memadai untuk memetik kam‘ah.

Komposisi Utama Tunas Kam’ah
Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap tunas-tunas (trefzia bondieri) berhasil diperoleh beberapa hasil berikut (materi basah 77 %, dan materi keringnya 23 %) : kadar karbohidrat 60% dari materi kering, protein 18 % dari materi kering, abu 13 % dari materi kering.

Kadar asam amino yang berhasil dipisahkan dan dikenali mencapai tujuh belas asam, yang mengandung asam amino yang esensial bagi tubuh.Kam‘ah Bagian dari Al-Mann, Airnya Menyembuhkan Mata379) Salah satu penulis menjadikan kalimat di atas sebagai judul artikelnya380), saya akan meringkaskan poin-poin pentingnya sebagai berikut :

Ibnu Sînâ menyebutkan bahwa air kam’ah direbus, kemudian didinginkan, kemudian digunakan untuk celak. Kam’ah adalah salah satu jenis jamur yang tumbuh di bawah permukaan tanah hingga kedalaman kurang lebih tiga puluh sentimeter, biasanya bergerombol. Jamur ini termasuk famili tyobrus. Kadang-kadang ia tumbuh di dekat pelepah pohon. Jumlah satu kelompok biasanya berkisar antara sepuluh hingga dua puluh. Badannya bulat berdaging, lunak dan teratur, permukaannya halus atau berbintik-bintik, bentuknya bundar, warnanya berbeda-beda, ada yang keabu-abuan, ungu, hingga hitam. Kam‘ah banyak berada di tanah Jazirah Arab. Juga ada di Syam dan Mesir. Di Eropa juga ada, khususnya di Prancis dan Italia. Jenis kam‘ah yang terbaik adalah yang kecil dan tumbuh di tanah berpasir.

Ciri-ciri Kam‘ah
Orang-orang Arab menyebutnya nabâtu `r-ro‘d (tumbuhan petir), karena ia tumbuh banyak apabila banyak terdapat petir, ditumbuhkan oleh hujan di musim semi, seiring dengan terjadi-nya petir dan turunnya hujan. Sabda Nabi, “Termasuk Al-Mann”, maksudnya adalah Alloh Ta'ala telah menjadikannya sebagai mann (karunia) bagi hamba-hamba-Nya. Ia bukan tumbuhan, bukan hewan, tidak memiliki karakteristik tumbuhan, tidak mempunyai daun, akar, batang, atau bunga. Ia juga tumbuh tanpa perlu benih, pengolahan tanah, penanaman, dan pengairan. Ia dikaruniakan oleh Alloh kepada kita begitu saja. Lebih dari itu, ia tidak bisa ditanam dan dibudidayakan.

Semua riset ilmiah menegaskan bahwa setiap upaya budi daya kam’ah selalu berakhir dengan kegagalan, sehingga ia masih tetap merupakan karunia Alloh yang diberikan begitu saja kepada kita. Hadits Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tersebut pun masih merupakan mukjizat hingga Alloh kelak mewarisi bumi dan siapa saja yang ada di atasnya.

Kam‘ah Menurut Penelitian Ilmiah
Air kam’ah berwarna coklat dan beraroma menyengat. Airnya sering digunakan untuk penelitian medis. Di antaranya :
1. Penelitian bakteriologis, di mana tempat-tempat pengem-bangbiakan bakteri gram positif dan gram negatif didatang-kan, dituangkan air kam’ah pada koloni bakteri itu, tetapi ternyata tidak terjadi pertumbuhan bakteri.
2. Uji coba pemakaian air kam‘ah terhadap lensa mata yang kabur.
3. Uji coba pemakaian air kam‘ah terhadap kasus-kasus trakoma.

Dari penelitian, kita bisa mendapatkan kesimpulan yang jelas bahwa air kam’ah mencegah “terbentuknya jaringan ikat” (fibrosis) pada penyakit trakoma, karena intervensinya secara dominan dalam pembentukan sel-sel yang membentuk jaringan ikat. Bisa jadi, hal itu terjadi akibat netralisasi efek kimiawi racun-racun trakoma dan minimalisasi bertambahnya penum-pukan sel. Pada saat yang sama, ia juga mencegah pertumbuhan abnormal sel-sel konjungtiva dan meningkatkan nutrisi bagi sel-sel ini melalui perluasan pembuluh darah pada konjungtiva.

Karena infeksi pada konjungtiva disebabkan oleh proses terbentuknya jaringan ikat, sebagaimana telah saya sebutkan, maka kam’ah bisa mencegah terjadinya infeksi konjungtiva atau trakoma tersebut.

Fakta-fakta ilmiah ini terlihat jelas dan nyata, sedangkan Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah mengabarkan kepada kita, meski beliau tidak memiliki laboratorium dan alat analisis. Itu tidak lain merupakan wahyu dari Alloh Ta'ala yang telah memilih beliau sebagai hamba pilihan di atas seluruh makhluk yang lain. (Sampai di sini ucapan Dr. Mu’tazz Marzûqî)

Cara Penggunaan Kam‘ah
Ibnu Hajar Al-‘Asqolânî dalam Fathu Al-Bârî mengatakan bahwa kam’ah dibelah, direbus di atas bara sampai airnya mendidih, kemudian batang celak diambil dan diletakkan di belahan itu ketika masih hangat, kemudian airnya digunakan untuk celak.381)
__________________________________________________________
374) Muttafaqun ‘alaih : Bukhôrî (5708) dan Muslim (2049).
375) Ath-Thibbu `n-Nabawî, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah, hal. 360-361.
376) Shohîh Ibni Hibbân, terdapat pula dalam Shohîhu `l-Jâmi‘ (2761).
377) Ath-Thibbu `n-Nabawî, Ibnul Qoyyim hal. 283.
378) Tulisan Dr. Mushthofâ Hamzah, Ustadz Dr. ‘Abdul Majîd Bal‘abid, Dr. Husain Thôhirî, Hai’atu `l-I‘jâzi `l-‘Ilmî, edisi kedelapan, Syawal, 1421 H.
379) Bukhôrî (5708) dan Muslim (2049).
380) Dr. Mu‘tazz Marzûqî, Mesir, Hai’atu `l-I‘jazi `l-‘Ilmî, edisi Syawal 1421 H.
381) Fathu `l-Bârî, bab Al-Mann Syifâ‘un li `l-‘Ain.

BACA JUGA...



Widget by Scrapur

Komentar :

ada 0 comments ke “Pengobatan Dengan Kam’ah, Itsmid, dan Celak”

Post a Comment

Berikan Komentar Anda

Berita Hangat...

Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket

Pemesanan Produk (sertakan nomor HP Anda agar bisa dihubungi)

Free chat widget @ ShoutMix