Apa kata Mereka tentang Al Jazirah Herbal?

  • AL JAZIRAH HERBAL, mengutamakan kepuasan konsumen, dapat dipercaya. terbukti: waktu Saya memesan obat lewat TIKI. Barang cepat diantar dan sampai ke tujuan. Padahal Saya belum transfer uang sama sekali-Bpk. Hendy, Bandung
  • Alhamdulillah begitu Saya mengkonsumsi Produk Herbal (OBAHAMA) memang manjur, terutama habbatussauda, mahkota dewa, Sari Kurma, Minyak Zaitun dan masih banyak lagi khasiat yang lainnya-Bpk. Kartono, Jakarta
  • Sejak putri saya mengkonsumsi Habbatussauda haidnya menjadi teratur. terus terang saya agak kuatir dengan keadaan anak saya dulu. tapi kini saya tenang dan merasa mantap mengkonsumsi habbatussauda, karena Habbatussauda alami sehingga aman digunakan dalam janka waktu panjang-Ibu Lilyana Fikri, Jakarta
  • Saya ingin bercerita sedikit setelah saya mengkonsumsi habbatusauda. dulu sebelum mengkonsumsi saya sering merasa lemah dan cepet capek. selain itu saya juga memiliki penyakit susah buang air besar dan perut yang sensitif terhadap makanan suka merasa kembung dan mulaes2. Alhamdulillah setelah saya mengkonsumsi habbatussauda selama 3 minggu, saya merasa banyak perubahan yang terjadi dalam tubuh saya. badan serasa segar dan tidak mudah capek!!! di tambah buang air besar menjadi lancar lancar, perut yang biasa kembung dan mules2 sudah tidak terasa. dan yang paling dahsyatnya saya sering tidur larut malam bahkan sampe pagi, alhamdulillah tidak terserang penyakit dan badan merasa segar sewaktu bangun walaupun tidur cuma sebentar.-Sdr. Rezki Putra, Jakarta
CALL NOW 021 947 056 03 OR 0813 830 810 21
Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket

install windows ana-moslem airsoft gun airsoft gun

Senyum Jenazah Para Mujahidin

Syaikh Thantawi Harusnya Malu

Posted by Admin | 10/20/2009 08:23:00 am

Syaikh Thantawi Harusnya Malu

Allah Ta'ala berfirman (artinya) :

"Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al-Kitab), kemudian dia melepaskan diri daripada ayat-ayat itu lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir. Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat dzalim. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi."

Sebuah tindakan yang tidak pernah dilakukan oleh musuh Islam, Syaikhul Azhar memaksa seorang murid wanita melepas niqab (cadar)-nya di depan sang Syaikh. Belum cukup, bahkan dia menghardik murid wanita tadi serta melukai perasaannya. Perilakunya tidak layak dimiliki seorang tokoh dari komunitas keagamaan.

Harian al-Mishri al-Yaum yang berpaham sekuler yang dimiliki oleh pengusaha Kristen anti-Islam, Naguib Sawiris, menerbitkan berita berikut ini:

"Syaikh al-Azhar memaksa murid wanitanya untuk melepas niqabnya . . dan menyampaikan keinginannya mengeluarkan aturan larangan wanita bercadar masuk wilayah kampus."

"Dr Mohamed Sayed Thantawi, Sheikh Al-Azhar, Memaksa salah satu murid wanita bercadar itu melepas cadarnya selama perjalanan inspeksinya di lembaga Al-Azhar untuk mengantisipasi penyebaran virus «H1N1» dikenal sebagai "flu babi". Dia menyatakan niat untuk mengeluarkan keputusan resmi guna mencegah masuknya wanita bercadar ke lembaga Al-Azhar."

Harian sekular saja tahu bahwa cadar bagian dari syariat Islam yang masih diperselisihkan hukumnya oleh para ulama sejak dahulu hingga sekarang. masa' seorang syaikh al-Azhar mengatakan bahwa cadar tidak ada kaitannya dengan Islam, cadar hanya tradisi semata.

Thantawi terkejut ketika melakukan inspeksi di kompleks perempuan di kota Nasr mendapati salah satu siswi di baris kedua kelas I'dad mengenakan cadar di dalam kelas, lalu memaksanya melepas cadarnya dengan mengatakan: "niqab (cadar) hanya tradisi tak ada kaitannya dengan agama Islam dari dekat atau jauh, kenapa engkau memakai cadar di kelas padahal engkau duduk bersama kawan-kawanmu? ".

Syaikh al-Azhar meminta murid wanita agar tidak mengenakan cadar lagi sepanjang hidupnya. Gadis tadi menjawab bahwa dia memakai cadar agar tidak dilihatin oleh laki-laki. Thantawi membentak, "saya katakan kepada kamu, sesungguhnya cadar tidak ada hubungannya dengan Islam, itu hanya tradisi saja, dan saya lebih paham agama dibanding kamu dan pendahulumu."

Segera Thantawi mengumumkan keinginannya membuat aturan resmi larangan memakai cadar di lingkungan Al-Azhar, dan larangan masuknya murid dan guru perempuan yang mengenakan cadar di lembaganya.

Dalam harian Sekuler Mesir itu, juga ditulis, "Syaikh al-Azhar, penulis at-Tafsir al-Wasith membentak remaja putri yang masih kecil karena memakai cadar, sepertinya selama ini dia tidak pernah membaca perbedaan ulama sejak dahulu hingga sekarang dalam masalah cadar."

"Syaikh al-Azhar melukai perasaan gadis kecil dengan menghinanya di depan kawan-kawannya tanpa memperdulikan perasaannya, sikap yang tidak layak dilakukan seorang bapak, bahkan oleh orang umum." (PurWD/islamway)

BACA JUGA...



Widget by Scrapur

Komentar :

ada 1
Anonymous said...
pada hari 

saya sependapat dengan syeikh, yg penting aurat tertutup.

kalau menutup wajah dengan menggunakan cadar adalah syariat, tolong lengkapi dengan dalil.

silakan.

Salam,
Muda ASWAJA

Post a Comment

Berikan Komentar Anda

Berita Hangat...

Pemesanan Produk (sertakan nomor HP Anda agar bisa dihubungi)

Free chat widget @ ShoutMix

Identitas Anda...